<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rismanku.com</title>
	<atom:link href="http://rismanku.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rismanku.com</link>
	<description>serambi cinta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Feb 2010 04:00:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>4 Desember</title>
		<link>http://rismanku.com/polhukam/4-desember/</link>
		<comments>http://rismanku.com/polhukam/4-desember/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 06:53:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[polhukam]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[damai]]></category>
		<category><![CDATA[milad gam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismanku.com/?p=1058</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini saya tulis dengan satu niat, berbagi pengalaman terkait saat paling mencekam, minimal yang saya pernah rasakan setiap menjelang tanggal 4 Desember. Dengan niat ini, saya berharap apa yang pernah kami alami tidak dialami oleh siapa pun di segenap nusantara, bahkan jika mungkin seluruh jagat raya ini. Sungguh, hidup dalam suasana mencekam sangat tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1057" title="194922p" src="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/12/194922p.JPG" alt="194922p" width="298" height="225" />Tulisan ini saya tulis dengan satu niat, berbagi pengalaman terkait saat paling mencekam, minimal yang saya pernah rasakan setiap menjelang tanggal 4 Desember. Dengan niat ini, saya berharap apa yang pernah kami alami tidak dialami oleh siapa pun di segenap nusantara, bahkan jika mungkin seluruh jagat raya ini. Sungguh, hidup dalam suasana mencekam sangat tidak enak, apa pun alasannya. Untuk itu, kepada setiap orang, kelompok, dan khususnya negara jangan sampai melakukan satu tindakan yang dapat berujung pada hadirnya suasana mencekam. Sungguh, tidak ada pihak yang menang, dimenangkankan, atau mendapat kemenangan dari sebuah suasana yang mencekam. Malah sebaliknya, rakyatlah atau masyarakatlah yang paling dirugikan oleh itu semua.</p>
<p>Maaf, kisah ini tidak terkait dengan pembentukan Pansus Hak Angket Century yang dikabarkan dibentuk tanggal 4 Desember ini. Namun begitu, jika kemudian Pansus Century tidak menjalankan tugasnya dengan baik, misalnya gagal dibentuk, macet ditengah jalan, keluar jalur dari misi awalnya, atau malah hilang tak ada kabar berita, maka tanggal 4 Desember itu juga bisa menjadi tanggal yang berakibat pada lahirnya kecemasan. Sekali lagi, sungguh kecemasan hanya akan berdampak negatif bagi rakyat, khususnya rakyat kecil yang tidak ambil bagian dalam hiruk pikuk politik.</p>
<p>4 Desember sebagai saat paling mencekam yang saya maksud adalah hari dimana GAM memperingati Ulang Tahunnya, atau yang kerap disebut dengan Milad GAM. Pada saat itu, kesibukan GAM mempersiapkan diri menyambut hari proklamasi berdirinya kembali Aceh sebagai negara berdaulat meningkat. Bagaimana pun situasi dan kondisi yang sedang dihadapi oleh GAM terkait tekanan pihak RI melalui TNI dan Polri usaha untuk memperingati Milad GAM tetap mesti dilakukan untuk kepentingan politik. Sebaliknya, pihak TNI dan Polri juga merasa penting untuk menekan pihak GAM jangan sampai melaksanakan Miladnya karena itu menjadi pertanda masih eksisnya sebuah perlawanan.</p>
<p>Kalau sudah begitu, pihak masyarakatlah yang terjepit diantara dua gajah yang sedang bertikai. Hal paling terkecil adalah soal menaikkan atau tidak menaikkan bendera Aceh Merdeka. Karena itu, setiap menjelang hingga tanggal 4 Desember tiba diberbagai tempat tergambar suasana mencekam. Banda Aceh saja yang menjadi pusat Ibukota Aceh yang dikelilingi oleh pasukan pengamanan dan polisi ketertiban terlihat sunyi, dan mencekam. Toko-toko tutup dan aktivitas jalanan sepi. Bayangkan bagaimana mencekamnya suasana yang dihadapi oleh masyarakat-masyarakat di berbagai pelosok desa atau gampong yang ada di Aceh khususnya di daerah-daerah yang disebut sebagai wilayah dengan intensitas konflik tinggi, seperti Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, dan juga Aceh Besar bagian terluar dari kota.</p>
<p>Beruntunglah jika tidak ada kejadian kontak senjata antara pihak GAM dan TNI. Beruntunglah jika pihak GAM mengeluarkan himbauan agar pihak masyarakat tidak wajib mengikuti upacara Milad. Beruntunglah jika TNI tidak mengambil sikap refresif atau melakukan penyerangan terhadap kantong-kantong peringatan Milad GAM, dan beruntungkah jika kedua pihak secara diam-diam menyadari konsekuensi dari sebuah pertempuran jika dilakukan secara terbuka dan sporadis.</p>
<p>Namun, seuntung apa pun dari sebuah konflik bersenjata tetap saja hidup dalam suasana mencekam tidak cukup sehat baik bagi diri sendiri, keluarga, gampong maupun daerah, juga untuk negara. Banyak sekali biaya yang mesti dikeluarkan baik dalam pengertian anggaran maupun dalam pengertian biaya politik dan biaya sosial untuk memenej hidup dalam suasana konflik dengan kekerasan.</p>
<p>Negara sama sekali tidak diuntungkan misalnya karena telah berhasil menembak petinggi kelompok perlawanan atau bahkan karena telah berhasil memukul mundur kelompok yang disebut sebagai pengacau keamanan. Anggota perlawanan boleh saja mati dan kekuatan mereka boleh saja lumpuh namun pada saat yang sama pendekatan refresif akan melahirkan kekuatan-kekuatan perlawanan baru dengan daya tahan dan daya lawan yang lebih dasyat.</p>
<p>Sebaliknya, sehebat apa pun idiologi yang berhasil dibangun oleh pihak petinggi kelompok perlawanan dan secanggih apa pun peralatan senjata yang berhasil diperoleh tetap saja perlawanan hanya akan menghasilkan penderitaan yang panjang dan hidup dalam konflik yang berkepanjangan. Memang, ada penilaian yang mengatakan bahwa perang bukan tujuan tapi dengan perlawanan pihak lawan baru akan mau diajak untuk menyelesaikan pertikaian secara bermartabat.</p>
<p>Karena itu, menjadi penting bagi penyelenggara negara (pemerintah) untuk mengutamakan pembangunan untuk sepenuh-penuhnya kemakmuran rakyat secara adil di segenap nusantara. Jangan ada lagi pikiran primordial yang hanya ingin memajukan daerah kelahirannya atau daerah kesukuannya saja karena tindakan ini akan dibaca secara politis yang akhirnya melahirkan kelompok-kelompok perlawanan dan ujungnya membuat masyarakat hidup dalam suasana kecemasan.</p>
<p>Hari ini, suasana primordial mungkin sudah berlalu dan menjadi sejarah pahit dalam lembaran catatan sejarah kita. Namun, itu bukan bearti kita sudah terbebas dari ancaman. Salah satu ancaman terbesar adalah soal penegakan hukum yang masih timpang yang diikuti oleh masih lemahnya tradisi dalam berpolitik. Hal ini, jika tidak dicegah sedari dini juga bisa menjadi faktor pemicu bagi lahirnya gerakan-gerakan perlawanan karena bisa saja menghadirkan kesimpulan sebagaimana dulu pernah muncul, yakni: sama sekali tidak ada harapan hidup lebih baik di bawah pemerintahan Indonesia.</p>
<p>Kembali lagi pada tanggal 4 Desember di Aceh yang saat ini tentu sangat berbeda dengan saat dulunya. Meski saat ini di Aceh ada tokoh sentral GAM, Tengku Hasan Tiro, namun suasana mencekam yang pernah dialami dulunya sudah sirna. Tengku Hasan Tiro malah menjadi simbol untuk menjaga keberlangsungan damai. Tak ada lagi pesan yang datang dari sosok yang disebut Wali untuk dibaca oleh Panglima GAM sebagaimana pesan yang dulu pernah dibaca oleh Almarhum Abdullah Syafii: ”Saya meminta semua warga Aceh, pria, wanita, tua dan muda, agar siap menghadapi musuh bila mereka menyerang. Kita akan membuat setiap jengkal tanah suci Aceh ini menjadi medan perang.”  Saya berharap, agar sang Wali disetiap pertemuannya dengan masyarakat menyampaikan kalimat berikut: “Saya meminta semua warga Aceh, pria, wanita, tua dan muda, agar siap menjadi orang pertama dan utama untuk memastikan Aceh menjadi daerah damai sepanjang hayatnya untuk menjadi contoh bagi seluruh daerah di Indonesia bahwa hidup dalam perdamaian begitu indah adanya.”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismanku.com/polhukam/4-desember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercelana Pendek ke Kantor</title>
		<link>http://rismanku.com/sahabat/bercelana-pendek-ke-kantor/</link>
		<comments>http://rismanku.com/sahabat/bercelana-pendek-ke-kantor/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 06:48:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[syariat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismanku.com/?p=1055</guid>
		<description><![CDATA[SYARIAT Islam merupakan isu menarik, sensitif dan kerap menjadi senjata paling jitu dalam memancing emosi masyarakat Aceh. ‘Ulama’ beserta para pengikutnya biasanya akan berpihak para penghembus isu syariat Islam. Apalagi jika mereka sanggup memberi argumentasi sesuai isi kitab kuning yang ditulis belasan abad lalu di dunia Arab. Akhir-akhir ini, masyarakat Aceh disibukkan oleh tiga isu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-978" title="hasan basri" src="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/10/hasan-basri.jpg" alt="hasan basri" width="109" height="109" />SYARIAT Islam merupakan isu menarik, sensitif dan kerap menjadi senjata paling jitu dalam memancing emosi masyarakat Aceh. ‘Ulama’ beserta para pengikutnya biasanya akan berpihak para penghembus isu syariat Islam. Apalagi jika mereka sanggup memberi argumentasi sesuai isi kitab kuning yang ditulis belasan abad lalu di dunia Arab. Akhir-akhir ini, masyarakat Aceh disibukkan oleh tiga isu berbau syariat. <br style="padding: 0px; margin: 0px;" /><br style="padding: 0px; margin: 0px;" />Pertama, soal qanun hukuman rajam/jilid bagi penzina. Qanun jinayat versi mantan wakil rakyat periode 2004-2009 itu semakin hangat diperbedabatkan setelah Gubernur Irwandi Yusuf keberatan untuk menandatanganinya.<br style="padding: 0px; margin: 0px;" /><br style="padding: 0px; margin: 0px;" />Kedua, pelarangan memakai celana panjang bagi kaum perempuan oleh Bupati Aceh Barat. Sang Bupati bahkan mengancam akan menggunting celana bagi pelanggar ‘aturan’ yang bakal diberlakukan 1 Januari 2010 mendatang. Sebagai gantinya, Bupati telah menyiapkan belasan ribu helai rok untuk kaum perempuan di daerah itu. Mungkin ‘Hari Rok Sedunia’ layak ditetapkan dan diperingati setiap tanggal 1 Januari di Aceh Barat.<br style="padding: 0px; margin: 0px;" /><br style="padding: 0px; margin: 0px;" />Ketiga, terpilihnya Qory Sandioriva yang mewakili Aceh sebagai Putri Indonesia 2009 ikut mengundang kontroversi di Aceh. Dara cantik dan cerdas keturunan Gayo-Sunda itu dikecam karena tidak mengenakan jilbab saat tampil dalam kontes Putri Indonesia.<br style="padding: 0px; margin: 0px;" /><br style="padding: 0px; margin: 0px;" />Ketiga isu tersebut menjadi berita paling hot di Aceh dalam beberapa bulan terakhir. Hampir semua mulut penduduk Aceh memperbincangkannya menurut ‘antene’ masing-masing. Kebanyakan mereka berkeyakinan bahwa persoalan jilbab, hukuman rajam dan pelarangan celana panjang bagi perempuan sudah final dan sesuai syariat Islam, sehingga tidak membutuhkan penafsiran baru sesuai perkembangan zaman dan kondisi sosial budaya masyarakat Aceh. Meski anggota DPRA sudah melakukan studi banding ke beberapa negara Islam dalam penyusunan qanun jinayat, namun regulasi yang mereka gagas tampak masih kaku dan terkesan menjiplak isi kitab kuning karya ulama klasik. Tidak terlihat adanya upaya untuk melakukan penafsiran ulang terhadap dalil-dalil Islam yang ada.<br style="padding: 0px; margin: 0px;" /><br style="padding: 0px; margin: 0px;" />Sehubungan dengan itu, maka sepantasnya kita mendorong agar anggota DPRA mematenkan aturan berpakaian bagi kaum laki-laki. Dalam berbagai referensi klasik disebutkan bahwa batasan aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut. Maka, untuk itu, kita perlu mendorong agar DPRA secepatnya menyusun qanun tata cara berpakaian bagi kaum laki-laki dengan batasan aurat seperti disebutkan tadi.	Sembari menunggu finalisasi qanun itu, maka para anggota legislatif dan pejabat daerah perlu melakukan sosialisasi dengan cara memakai celana pendek sebatas lutut hingga pusar saat mereka memasuki ruang kerja atau menghadiri acara kenegaraan. Selain tidak melanggar syariat Islam sebagaimana yang mereka yakini, pemakaian celana sebatas lutut itu tentunya akan menghemat anggaran negara dalam pengadaan pakaian dinas bagi aparatur negara. Nah, kita tunggu siapa yang berani memulainya.<br style="padding: 0px; margin: 0px;" /><br style="padding: 0px; margin: 0px;" /><strong style="padding: 0px; margin: 0px;">Rugikan dakwah Islam</strong><br style="padding: 0px; margin: 0px;" />Walau tanpa melalui proses rekayasa, persoalan qanun jinayat, penampilan Qory dan pelarangan celana panjang bagi perempuan mengemuka secara beriringan. Ketiganya tampak saling terkait dan memiliki makna berdekatan, yaitu soal syahwat. Oleh karena itu, maka wajar jika sebagian orang beranggapan bahwa syariat Islam lebih menekankan pada persoalan birahi dibanding persoalan lain yang lebih besar. Mengedapankan isu-isu birahi dalam bersyariat dan mengabaikan norma-norma lain yang lebih besar dapat merugikan Islam di mata non muslim. Kalangan non muslim akan beranggapan bahwa Islam tidak mengatur persoalan korupsi, kolusi, suap, transparansi, solidaritas sosial, kebersihan, kesehatan, budaya antri dan sebagainya. Kondisi semakin parah manakala mereka melihat budaya korupsi, mafia hukum dan eksploitasi terhadap orang miskin dibiarkan tumbuh subur di negeri yang gigih berkampanye syariat Islam.<br style="padding: 0px; margin: 0px;" /><br style="padding: 0px; margin: 0px;" />Kondisi itu tentu berdampak buruk pada syair Islam. Karena itu, seyogianya syariat Islam dimulai dari persoalan yang berdampak pada kepentingan umum seperti penyusunan qanun pemberantasan korupsi, monopoli bahan kebutuhan pokok, permainan harga pasar, perlindungan penduduk miskin, ketertiban lalu lintas, kebersihan lingkungan, pelayanan kesehatan gratis dan sebagainya. Hingga saat ini, kita belum melihat upaya maksimal dari lembaga legislatif dan eksekutif di Aceh untuk mewujudkan syariat Islam dalam aspek pembasmian korupsi dan perlindungan rakyat. Korupsi dalam berbagai bentuknya seperti ‘uang terimakasih’ atau ‘uang pelicin’ masih meralela.<br style="padding: 0px; margin: 0px;" /><br style="padding: 0px; margin: 0px;" />Begitu juga biaya berobat yang mencekik leher, jumlah penduduk miskin yang meningkat atau permainan harga kabutuhan pokok seperti dibiarkan di negeri yang bangga dengan aksi rajam ini. Pemerintah dan legislator seakan enggan membicarakan apalagi mencari solusi untuk menekan berbagai persoalan kronis itu.	Harus diakui, elite Aceh memang lebih suka mengurus kulit dan simbol dibanding substansi. Mengutip Ampuh Devayan dalam catatan ‘Panteu’ (Serambi, 1/11/209), begitu banyak pejabat di Aceh yang sehari-hari berpakaian ala syariat, berkali-kali naik haji, tapi tetap saja ‘panjang tangan’. Mulai korupsi, mark-up harga hingga mendeposito uang rakyat di bank untuk memperkaya diri. Padahal lebih mulia dibuat aturan pelarangan ‘berpanjang tangan’ daripada menggunting celana panjang perempuan.<br style="padding: 0px; margin: 0px;" /><br style="padding: 0px; margin: 0px;" />Andai hidup bersyariat dimulai dari aspek-aspek kehidupan yang berdampak pada kepentingan bersama, maka Islam akan terlihat sangat indah, bersih, tertib, dan bebas korupsi. Kondisi ini dengan sendirinya akan mengundang daya tarik bagi semua umat karena nilai rahmatan lil ‘alamin yang kerap diucap khatib dari mimbar masjid hingga mulut berbusa benar-benar teraktualisasi dalam kehidupan nyata.<br style="padding: 0px; margin: 0px;" /><br style="padding: 0px; margin: 0px;" /><strong style="padding: 0px; margin: 0px;">Butuh mufassir baru</strong><br style="padding: 0px; margin: 0px;" />Syariat Islam tidak kaku. Ia bersifat dinamis, dapat disesuaikan dengan keadaan dan lingkungan berbeda. Alquran yang merupakan sumber tertinggi dalam Islam selalu terbuka untuk ditafsir. Walaupun merujuk pada sumber yang sama, namun dalam sejarah pemikiran Islam ditemukan analisa dan kesimpulan yang berbeda dari para ulama. Ulama terdahulu tidak pernah mengajukan klaim kebenaran mutlak terhadap kesimpulan yang dihasilkannya, tidak pernah pula menyatakan sesat terhadap pemikiran ilmuwan lain berbeda dengan pemikirannya. Kondisi ini membuat Islam kaya, terus berkembang, mampu menjawab tantangan dan tetap sesuai dengan perkembangan masa. Sebagaimana dilansir Prof Dr Al Yasa’ Abubakar (Opini Serambi 13/11/2009), Nabi Muhammad selaku penerima wahyu langsung dari Allah tidak sertamerta menjatuhkan hukuman rajam terhadap pelaku zina. Rasulullah pernah merajam beberapa orang Islam yang dengan suka rela (tanpa paksaan) meminta dihukum rajam. Nabi juga pernah menasihati para sahabat agar tidak mengejar pelaku zina yang berusaha melarikan diri saat dirajam, karena barangkali ia ingin bertaubat dengan cara lain.<br style="padding: 0px; margin: 0px;" /><br style="padding: 0px; margin: 0px;" />Terkadang kita merasa geli melihat ‘kepintaran’ para perancang qanun jinayat yang memperlihatkan sikap seolah-olah mereka lebih alim dan taat dibanding Nabi Muhammad sendiri. Mereka terlihat gegabah bagaikan tidak ada solusi lain dalam menyikapi persoalan syahwat di negeri ini. Untuk menjawab berbagai persoalan dan tantangan terkini di Aceh, dibutuhkan kelahiran sosok penafsir baru terhadap naskah-naskah agama sehingga mampu menyelaraskan nilai-nilai Islam dengan kondisi sosial budaya masyarakat Aceh. Khazanah ulama klasik kiranya perlu dijadikan sebagai referensi bandingan, tidak mesti menjiplak seluruh isinya untuk dipaksakan penerapannya di Aceh abad 21 ini. Semoga.<br style="padding: 0px; margin: 0px;" /><br style="padding: 0px; margin: 0px;" /><strong style="padding: 0px; margin: 0px;">Penulis adalah mantan dosen pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, mantan direktur agama pada BRR NAD-Nias.</strong></p>
<p><span style="padding: 0px; margin: 0px;">Note: Sudah pernah di muat di Harian Serambi Indonesia</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismanku.com/sahabat/bercelana-pendek-ke-kantor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hikayat Inge: &#8220;War is Dead&#8221;</title>
		<link>http://rismanku.com/hiburan/hikayat-inge-war-is-dead/</link>
		<comments>http://rismanku.com/hiburan/hikayat-inge-war-is-dead/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 06:30:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[hikayat inge]]></category>
		<category><![CDATA[The Unfinished Diary]]></category>
		<category><![CDATA[tiroism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismanku.com/uncategorized/hikayat-inge-war-is-dead/</guid>
		<description><![CDATA[4 Desember. Ini tanggal penting bagi Aceh. Dulu, setiap tanggal 4 Desember, GAM memperingati hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan Aceh. Biasanya, pada hari itu akan ada pidato politik Tengku Hasan Tiro yang dibacakan oleh Panglima GAM. Sekarang, Aceh sudah damai dan sang Wali itu pun, Hasan Tiro, ada di tanah Aceh. Akankan ada pidato politik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1053" title="3039438p" src="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/12/3039438p.jpg" alt="3039438p" width="300" height="199" />4 Desember. Ini tanggal penting bagi Aceh. Dulu, setiap tanggal 4 Desember, GAM memperingati hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan Aceh. Biasanya, pada hari itu akan ada pidato politik Tengku Hasan Tiro yang dibacakan oleh Panglima GAM. Sekarang, Aceh sudah damai dan sang Wali itu pun, Hasan Tiro, ada di tanah Aceh. Akankan ada pidato politik lagi dari Hasan Tiro? Dan, kalau pun ada saya yakin Hasan Tiro hanya ingin mengatakan satu hal, “War is Dead.”</p>
<p>“Bisa ngak aku ketemu dengan Wali?”</p>
<p>Aku tidak segera menjawab pertanyaan Inge. Betapa tidak, aku saja yang anak Aceh belum pernah bertemu Wali lalu, bagaimana mungkin aku bisa memastikan Inge bisa bertemu Wali. Dan, untuk menyembunyikan kegelisahan yang mulai merambat di hatiku, ku ajukan sebuah pertanyaan asal saja. “Untuk apa sih bertemu Wali?”</p>
<p>“Penting. Penting sekali. Aku tertarik dengan bukunya “The Price of Freedom: The Unfinished Diary” dan sangat penasaran kenapa sampai disebut sebagai “Catatan yang belum selesai.” Bukan hanya itu, aku ingin bersalaman dengannya karena salah satu petikan dicatatannya itu Wali sangat yakin kalau ia akan pulang lagi ke Aceh dan itu terbukti. Katanya, “hanya orang gila dan bodoh yang percaya aku tidak akan kembali lagi.”</p>
<p>Inge benar, kenapa sampai menyebut “The Unfinished Diary?”. Dan, kalau belum selesai kapan pula ada catatan finalnya?</p>
<p>“Begini Inge. Catatan belum selesai itu bukan hanya bermakna — aslinya memang catatan itu belum selesai tapi juga bermakna bahwa dalam hidup ini tidak ada yang selesai atau berhenti pada tempatnya. Hidup ini terus bergerak dan setiap pergerakan dituntut keharusan untuk kreatif karena disitulah makna yang disebut manusia unggul. Sebagai Wali, ia tidak ingin orang terus menerus menjadi muridnya karena setiap orang adalah kreator dan setiap kreator memiliki jalannya sendiri.”</p>
<p>“Kamu ini udah kayak paham Wali saja. Padahal, kamu ngaku belum pernah bertemu Wali.”</p>
<p>Suasana, tiba-tiba saja seperti sedang berada di padepokan Zen Buddisme. Aku dan Inge hanya bisa diam bagai “sang budha” yang sedang mengalami kekosongan dan kesunyian setelah membaca kitab “The Price of Freedom.”</p>
<p>“Ya, sudah. Kamu kan orang Aceh dan ceritakanlah apa yang menjadi kesadaranmu tentang Tiroisme sang Wali Hasan Tiro.”</p>
<p>Ya Tuhan, mate aku. Tapi untung yang diminta kesadaran. Kalau Inge memintaku untuk mengurai pengetahuan dan pemahaman bisa langsung pingsan aku. Soalnya aku bukan muridnya Hasan Tiro apalagi prajuritnya. Aku hanya perenung dan pemimpi, kata teman-temanku.</p>
<p>“Begini Inge…” Aku tak langsung menyambung karena tiba-tiba kehilangan bahasa yang tepat untuk menjadikannya sebagai kalimat penjelasan. Kesempatan itu aku gunakan untuk mengubah posisi dudukku di mobil yang sedang meluncur ke arah Seulawah sambil menarik nafas, dan pada saat yang sama mengumpulkan energi berpikir guna menyusun kalimat yang sedikit dramatis.</p>
<p>“Hasan Tiro itu sosok eksistensialis. Dan, untuk itu ia menempatkan dirinya sebatas guru yang oleh dirinya dan juga pengikutnya disebut Wali. Dan sebagai guru tugas yang hanya dia yang bisa melakukannya sudah selesai. Makanya, ia pun kini pulang ke Aceh. Jadi bukan soal Aceh sudah damai atau karena ia sangat merindukan kampong halaman yang sudah puluhan tahun ia tinggalkan. Tidak. Hasan Tiro pulang karena tugas-nya sudah selesai. Ibarat petani yang sudah menyelesaikan tugasnya membajak maka sang petani itu akan segera pulang ke rumahnya. Begitu pula dengan Hasan Tiro yang pulang ke negerinya, Aceh.”</p>
<p>“Eksistensialis Hasan Tiro itu, apa an sih? Kamu kayaknya pembaca Thus Spoke Zarathustra karya Friedrich Nietzsche saja.”</p>
<p>“Yup. Tapi bukan aku yang membaca. Hasan Tiro lah yang membaca dan bacaan itulah yang membuat ia memutuskan sekaligus menetapkan takdirnya untuk pulang ke Aceh guna memimpin perlawanan yang disebutnya sebagai usaha patriotisme untuk mewujudkan nasionalisme Aceh sebagai satu-satunya jalan guna meningkatkan kembali citra dan harga diri orang Aceh.”</p>
<p>“Dan sebagai seorang eksistensialis menjadi sangat penting arti ke-aku-an manusia untuk bisa tampil menjadi manusia unggul atau manusia atas. Dan, dengan menggunakan berbagai literature keacehan Sang Wali menemukan jalan sempit dan penuh duri itu di tanah Aceh. Dan, tidak ada cara lain kecuali dengan mengibarkan bendera perlawanan sekalipun itu dengan cara berperang. Bagi kaum eksistensialis perang atau konflik adalah cara bentur paling efektif untuk membuat manusia terus menjadi creator bagi dirinya. Namun begitu, sebagai diri yang lahir dan besar dalam tradisi keislaman Hasan Tiro juga sadar bahwa perang bukan jalan utama dank arena itu rumusan perang yang dipakai adalah perang untuk mempertahankan harkat dan martabat dari mereka yang disebut sebagai penjajah.”</p>
<p>“Lalu…?” Inge kelihatan sedikit mengkerut dahinya karena kata-kata terakhir. Barangkali, kekagumannya pada sosok sang wali tidak lantas menyebabkannya bisa dengan rendah hati menerima kata penjajah.</p>
<p>“Begitulah situasi saat itu Inge, dan setiap masa ada situasi dan setiap situasi ada tantangan dan wujud konfliknya sendiri-sendiri. Dan, wujud tantangan utama yang dihadapi orang Aceh sudah selesai. Sebagai manusia, penyebutan ureung Aceh saja sudah menunjukkan bahwa manusia Aceh sudah menemukan dirinya sebagai “aku” dan bukan lagi sebagai “kau.” UUPA yang dihasilkan lewat MoU Helsinki adalah bukti nyata bahwa orang Aceh sudah menemukan keberadaannya, setidaknya di buminya sendiri. Jadi, tugas Hasan Tiro sudah selesai dan saatnya murid-muridnya sekarang menjadi guru bagi generasi berikutnya, dengan zaman dan model tantangannya sendiri.”</p>
<p>“Salah satu tandanya kalau zamannya sudah berakhir adalah ketika ia memilih untuk mendengar apa yang menjadi kehendak rakyat Aceh. Suatu ketika ia berujar, jika rakyat Aceh memilih jalan damai maka jalan itulah yang juga aku pilih. Begitu kira-kira. Ini persis seperti Nietzsche yang pernah berujar “Sudah tiba waktunya bagi manusia untuk menentukan tujuan baginya sendiri. Sudah tiba saatnya bagi manusia untuk menanam bibit harapannya yang seunggul-unggulnya.”</p>
<p>“Dan perdamaian adalah bibit unggul yang bisa menjadi modal masa depan orang Aceh. Tapi, perdamaian bukan bearti tidak ada lagi konflik. Yang tidak ada adalah perang. Konflik akan tetap ada sebagai generator perubahan. Konflik akan memberitahu bahwa ada sesutau yang perlu terus diperbaiki dan konflik akan membuat setiap orang untuk menjadi kreatif karena hidup adalah kompetisi. Sekarang, tugas Aceh setelah perdamaian adalah meraih kemenangan-kemenangan berikutnya. Setiap orang Aceh sudah diberi busur dan panah oleh sang guru dan karena itu pula setiap hari adalah “pertarungan” bagi setiap orang Aceh. Orang bisa tidak bersuara dan duduk diam saja kalau ia memiliki busur dan panah, kalau tidak mereka niscaya membual dan cekcok saja.”</p>
<p>“Jadi maksudmu tugas Hasan Tiro, Sang Guru sudah selesai yakni mengangkat orang Aceh menjadi manusia yang kuat, manusia yang cerdas, manusia yang berani, dan manusia yang bangga dengan dirinya.”</p>
<p>“Betul sekali, Inge. Dan, kini Aceh sudah berhasil mencapai kehendaknya sebagai manusia yang berkuasa (Will to Power). Inge, coba perhatikan perpaduan peace dan heart yang bila digabung (peACEHeart) akan ditemukan kata kunci penting, seperti peace, heart, ace, dan art. Ini artinya, Aceh memang harus memilih jalan damai untuk bisa maju. Dan itu semua mesti muncul dari hati yang paling dalam. Lebih dari itu, perdamaian adalah anak tangga bagi Aceh untuk mencapai kemenangan (ace) berikutnya sejauh itu dilakukan dengan pendekatan yang berseni (art).”</p>
<p>“Aku tahu apa yang mau kamu katakan berikutnya tentang Sang Wali.”</p>
<p>“Apa, Inge Gembel?”</p>
<p>“War is dead, dan aku ingin beristirahat dengan tenang dalam kesunyian seorang hamba.?”</p>
<p>“He he he. Masih mau melanjutkan perjalanan ke kampungnya Wali ngak?”</p>
<p>Mobil langsung memutar arah dan kembali menuju Kuta Raja, Banda Aceh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismanku.com/hiburan/hikayat-inge-war-is-dead/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Prinsip Sukses; Kenali Saran Richard Branson</title>
		<link>http://rismanku.com/filsafat/9-prinsip-sukses-kenali-saran-richard-branson/</link>
		<comments>http://rismanku.com/filsafat/9-prinsip-sukses-kenali-saran-richard-branson/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 20:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[9-prinsip-sukses]]></category>
		<category><![CDATA[richard-branson]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismanku.com/?p=1046</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum mengupas tahap demi tahap 9 Prinsip Sukses model Mindset Aceh ada baiknya saya mengajak Anda untuk lebih banyak mengenali prinsip-prinsip sukses yang pernah dianjurkan oleh banyak ahli atau mereka yang pernah sukses meski pun bukan ahli menurut ukuran sekolahan.
Richard Branson, CEO dari perusahaan Virgin Group bisa dijadikan contoh untuk lebih menyakinkan kita tentang adanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1049" title="RK1001_Richard_BRANSON 82793" src="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/10/RK1001_Richard_BRANSON_1.JPG" alt="RK1001_Richard_BRANSON 82793" width="100" height="150" />Sebelum mengupas tahap demi tahap 9 Prinsip Sukses model Mindset Aceh ada baiknya saya mengajak Anda untuk lebih banyak mengenali prinsip-prinsip sukses yang pernah dianjurkan oleh banyak ahli atau mereka yang pernah sukses meski pun bukan ahli menurut ukuran sekolahan.</p>
<p>Richard Branson, CEO dari perusahaan Virgin Group bisa dijadikan contoh untuk lebih menyakinkan kita tentang adanya prinsip yang mesti dipegang jika ingin menjadi orang sukses.</p>
<p>Kabarnya,  Richard Branson, adalah sosok pekerja keras yang tidak tamat SMU tapi justru disebut sebagai salah satu orang terkaya versi majalah Forbes, Pemilik resort termegah di dunia (virgin island resort), penakluk samudra Atlantik dengan balon udara dan seabrek aktifitas dan pencapaian baik dalam dunia bisnis maupun sosial.</p>
<p>Nah, tiga tahun lalu, tepatnya  Desember 2006,  Richard Branson menerbitkan sebuah buku yang diberi judul Screw it, let&#8217;s do it. Lesson in Life. Jika diterjemahkan kira-kira 9 Prinsip Sukses dari CEO Perusahaan Raksasa Virgin Group RICHARD BRANSON.</p>
<p>Jelas Richard Branson bukan orang Aceh, dan karenanya tidak ada kaitan angka 9 Richard dengan angka 9 di Aceh sebagaimana sudah pernah diurai pada <a href="http://rismanku.com/prinsip-sembilan/9-prinsip-sukses-dan-rahasia-angka-9/" target="_blank">tulisan sebelumnya</a>.</p>
<p>Dalam buku tersebut Branson menjelaskan prinsip-prinsip suksesnya yang ia sarikan dari pengalaman hidupnya, yang jika disajikan dalam bentuk tulisan singkat, sebagai berikut.</p>
<p><strong>9 prinsip sukses ala Richard Branson</strong></p>
<p>1. KERJAKAN SAJA! Percayalah bahwa apapun dapat dikerjakan jika sejauh ditetapkan apa yang menjadi sasarannya. Jika sudah begitu maka nikmati saja hidup sepenuh mungkin dan janganlah pernah menyerah. Untuk itu, sangat penting untuk senantiasa membuat persiapan sebaik mungkin. Jika sudah maka penting sekali untuk membangun kepercayaan pada diri sendiri dan berkerjasamalah dengan tim atau dengan kata lain saling membantu.</p>
<p>2.BERSENANG-SENANGLAH. Dalam hidup ini tidak ada yang namanya kerja pontang-panting. Yang ada adalah kerja dengan senang hati dan bersenang-senanglah sambil tetap kerja dengan tekun. Senantiasalah untuk melihat dan menangkap peluang apalagi jika peluang itu ada di depan mata. Senantiasalah mengedepankan sikap positif dalam hidup dan apabila tidak menyenangkan tinggalkan.</p>
<p>3. JADILAH PEMBERANI. Menjadi pemberani memang tidak mudah tapi juga tidak sampai susah sekali. Yang penting, jika anda senatiasa mempertimbangkan resiko yang baru diambil, punya kepercayaan diri, punya kemauan untuk mengejar cita-cita, punya sasaran yang ditetapkan, tidak mudah menyesal maka Anda sudah termasuk orang yang berani. Tapi ada kuncinya, jangan pernah ingkar janji. Orang berani pasti tidak mau jadi pribadi yang ingkar janji.</p>
<p>4. TANTANG DIRI SENDIRI. Silahkan bangun istana dilangit karena memang disanalah tempatnya. Dan mari bangun pondasi di bumi karena disinilah tempatnya. Jadi punya cita-cita dan visi yang jadi sangat penting untuk memastikan kita punya sesuatu yang diinginkan. Untuk itu kita akan senantiasa ditantang untuk mencoba hal-hal baru dengan penuh keberanian.</p>
<p>5. BERDIRI DIATAS KAKI SENDIRI. Jika sudah punya cita-cita meski setinggi langit namun hidup mestilah di dunia nyata, di atas bumi, di planet ini karena hanya di planet bumi jalinan kerja sama bisa dilakukan.</p>
<p>6. NIKMATI SETIAP DETIK ANDA. Orang yang di dalamnya memiliki cinta dan senantiasa mengembangkan sikap terbuka maka ia akan menjadi pribadi yang menikmati setiap detik dari diri dan kehidupannya karena baginya setiap detik adalah begitu berharga.</p>
<p>7. HARGAI TEMAN DAN KELUARGA. Hidup tidak sendiri. Di kiri dan kanan kita penuh dengan kehidupan yang warna-warni dan berdinamika. Karena itu sangat penting untuk menghargai orang lain khususnya teman dan keluarga karena merekalah orang terdekat yang akan siap membantu dan mengingatkan. Maka, sangat wajar manakala mendahulukan keluarga, teman, group, kelompok ketimbang orang yang tidak dikenali dengan baik. Ini cerminan kesetiaan dan karena itu tidak ada masalah yang mesti disikapi dengan melarikan diri. Jadi hadapi masalah secara langsung dan jangan dihindari.  Ingat, uang bukan segalanya, ia mestilah untuk memungkinkan sesuatu terjadi. Lebih dari itu, sangat penting untuk menghargai bakat dan menentukan orang yang tepat untuk saling membantu dan berkerjasama.</p>
<p>8. BERSIKAP HORMAT. Uang tidak sampai menghilangkan sikap hormat, santun, jujur, tepat, dan kredibilitas.</p>
<p>9. BERUSAHA BERBUAT BAIK. Kabar baik, kita bisa mengubah dunia, walau hanya sedikit. Lebih utama manakala apa yang kita perbuat itu berbeda dengan orang lain sehingga segenap perbuatan akan saling melengkapi dan memperkaya. Tapi mesti diingat jangan sampai merugikan orang lain.</p>
<p>Demikian</p>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Reblog this post [with Zemanta]" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/9da21a72-49fb-4951-8f09-aee9f2fe1599/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border: medium none; float: right;" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=9da21a72-49fb-4951-8f09-aee9f2fe1599" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /></a><span class="zem-script more-related pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismanku.com/filsafat/9-prinsip-sukses-kenali-saran-richard-branson/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Prinsip Sukses dan Rahasia Angka 9</title>
		<link>http://rismanku.com/filsafat/9-prinsip-sukses-dan-rahasia-angka-9/</link>
		<comments>http://rismanku.com/filsafat/9-prinsip-sukses-dan-rahasia-angka-9/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 18:05:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[filsafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismanku.com/?p=1041</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini, banyak yang percaya kalau kemenangan kembali SBY sebagai presiden ada kaitannya dengan angka 9.  Sebagaimana diketahui SBY lahir tanggal 9 bulan sembilan tahun 1949.  Tidak hanya sampai disini, tanda kemenangan awal SBY terlihat pertama sekali kala ia melalui Partai Demokrat-nya berhasil meraih angka kemenangan yang memungkinkan baginya untuk dicalonkan sebagai calon presiden. Dan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1042" class="wp-caption alignleft" style="width: 158px"><img class="size-full wp-image-1042" title="cap sikuerueng" src="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/10/cap-sikuerueng.jpg" alt="9 prinsip sukses" width="148" height="149" /><p class="wp-caption-text">9 prinsip sukses</p></div>
<p>Baru-baru ini, banyak yang percaya kalau kemenangan kembali SBY sebagai presiden ada kaitannya dengan angka 9.  Sebagaimana diketahui SBY lahir tanggal 9 bulan sembilan tahun 1949.  Tidak hanya sampai disini, tanda kemenangan awal SBY terlihat pertama sekali kala ia melalui Partai Demokrat-nya berhasil meraih angka kemenangan yang memungkinkan baginya untuk dicalonkan sebagai calon presiden. Dan, ingat tanggal pelaksanaan pemilu legislatif juga ada kaitannya dengan angka 9, yakni 9 April 2009.<br />
<span id="more-1041"></span><br />
Belum usai sampai disitu, SBY juga menjadi salah satu tokoh dunia yang dipilih oleh TIME dengan nomor urut 9. Bahkan, kecurangan pilpres juga disebut oleh tim demokrat ada 9 kecurangan.</p>
<p><strong>Rahasia Angka 9, Sebuah Misteri</strong></p>
<p>Terlepas dari apa yang telah membuat SBY menang. Yang pasti sampai saat ini SBY sudah berhasil melewati tahap krusial berupa penyusunan kabinet yang sama sekali tidak ada angka sembilannya, apalagi jika hanya 9 orang menteri. Namun begitu, angka 9 belum sama sekali berhenti menunjukkan misterinya, termasuk rahasianya dalam konteks keacehan.</p>
<p>Coba saja simak sisi misteri angka sembilan secara matematik minimal dengan menyimak susunan berikut ini:</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1    x   9  =  09  ==&gt;  0 + 9  = 9</span><br />
<span style="font-weight: bold;">2    x   9  =  18  ==&gt;  1 + 8  = 9</span><br />
<span style="font-weight: bold;">3    x   9  =  27  ==&gt;  2 + 7  = 9</span><br />
<span style="font-weight: bold;">4    x   9  =  36  ==&gt;  3 + 6  = 9</span><br />
<span style="font-weight: bold;">5    x   9  =  45  ==&gt;  4 + 5  = 9</span><br />
<span style="font-weight: bold;">6    x   9  =  54  ==&gt;  5 + 4  = 9</span><br />
<span style="font-weight: bold;">7    x   9  =  63  ==&gt;  6 + 3  = 9</span><br />
<span style="font-weight: bold;">8    x   9  =  72  ==&gt;  7 + 2  = 9</span><br />
<span style="font-weight: bold;">9    x   9  =  81  ==&gt;  8 + 1  = 9</span><br />
<span style="font-weight: bold;">10  x   9  =  90  ==&gt;  9 + 0 = 9</span></p>
<p><span style="font-weight: bold;">12.345.679    x  09  =  111.111.111</span><br />
<span style="font-weight: bold;">12.345.679    x  18  =  222.222.222</span><br />
<span style="font-weight: bold;">12.345.679    x  27  =  333.333.333</span><br />
<span style="font-weight: bold;">12.345.679    x  36  =  444.444.444</span><br />
<span style="font-weight: bold;">12.345.679    x  45  =  555.555.555</span><br />
<span style="font-weight: bold;">12.345.679    x  54  =  666.666.666</span><br />
<span style="font-weight: bold;">12.345.679    x  63  =  777.777.777</span><br />
<span style="font-weight: bold;">12.345.679    x  72  =  888.888.888</span><br />
<span style="font-weight: bold;">12.345.679    x  81  =  999.999.999</span></p>
<p>Bukti lebih lanjut bisa dengan menguji hasil pengkalian angka 9 dengan angka berapapun, maka hasil perkaliannya kalau dijumlahkan akan sama dengan 9. Lihat dua contoh berikut :</p>
<p><span style="font-weight: bold;">9  x  2.568  =  23.112  ==&gt;  2 + 3 + 1 + 1 + 2 = 9</span></p>
<p><span style="font-weight: bold;">9  x  7.210.813  =  64.897.317  ==&gt;  6 + 4 + 8 + 9 + 7 + 3 + 1 + 7  =  45  =  4 + 5  =  9</span></p>
<p>Tidak hanya sekedar matematika, rahasia atau misteri angka sembilan juga terlihat dari nama-nama Allah yang 99, wali sembilan, dan di <a class="zem_slink" title="Aceh" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Aceh">Aceh</a> juga dikenal dengan Cap Sikureueng.</p>
<p>Cap Sikureueng adalah stempel kerajaan Aceh yang berbentuk<br />
bundar, ditengah-tengah tertera nama sultan yang sedang berkuasa, sedangkan disekelilingnya tertera nama delapan orang sultan yang memerintah pada masa sebelumnya. Kenapa cuma ada 9 orang?</p>
<p>Menurut kabar delapan orang sultan  yang namanya tercantum berkeliling<br />
dalam “Cap Sikureueng” adalah untuk melambangkan empat jenis sumber<br />
hukum (Qur’an, Hadis, Ijma’, Qias) dan empat jenis nama hukum (Hukum, Adat, Reusam, dan Qanun). Arti yang diberikan dari lambang cap sikureueng adalah bahwa raja yang sedang berkuasa yang tertera ditengah-tengah dilingkungi oleh hukum yang bermakna bahwa ia harus tundak pada hukum. Filsafat yang lahir dari lambang tersebut adalah sultan harus<br />
berada dalam lingkungan hukum, dan sama sekali tidak boleh menyeleweng dari rel hukum.</p>
<p>Benarkah hanya sedemikian saja makna sembilan dalam khazanah keacehan? Tidak. Pasti ada makna lain mengapa angka 9 dijadikan angka penting bagi sebuah kerajaan besar Aceh. Adakah jawabannya terkait soal 9 prinsip sukses yang apabila dipegang dan diikuti maka setiap orang akan bisa mencapai sukses sebagaimana Aceh sudah pernah sukses? Bukan tidak mungkin, 9 prinsip sukses itu juga terkait masa depan itu sendiri.</p>
<p>Bersambang&#8230;.</p>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Reblog this post [with Zemanta]" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/10bdb9d1-71e1-4d58-afdf-ebb9a187b9b6/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border: medium none; float: right;" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=10bdb9d1-71e1-4d58-afdf-ebb9a187b9b6" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /></a><span class="zem-script more-related pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismanku.com/filsafat/9-prinsip-sukses-dan-rahasia-angka-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mindset Aceh, Pengantar Awal untuk Menguak Rahasia Sukses</title>
		<link>http://rismanku.com/filsafat/mindset-aceh-pengantar-awal-untuk-menguak-rahasia-sukses/</link>
		<comments>http://rismanku.com/filsafat/mindset-aceh-pengantar-awal-untuk-menguak-rahasia-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 17:09:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[filsafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismanku.com/?p=1038</guid>
		<description><![CDATA[Sedikit sekali yang tahu kalau Aceh adalah negeri yang sudah pernah maju. Orang baru  akan tahu manakala kembali membolak-balik buku sejarah Aceh yang sudah tidak banyak lagi. Dan kalau pun ada, buku-buku yang umumnya ditulis dalam bahasa bukan Indonesia itu tidak cukup rinci dan komplit menjelaskan duduk perkara soal kemajuan yang pernah dicapai Aceh pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1039" class="wp-caption alignleft" style="width: 137px"><a href="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/10/peta-aceh2.jpg"><img class="size-full wp-image-1039 " title="peta aceh" src="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/10/peta-aceh2.jpg" alt="minset aceh, sebuah pengantar awal" width="127" height="89" /></a><p class="wp-caption-text">minset aceh, sebuah pengantar awal</p></div>
<p>Sedikit sekali yang tahu kalau Aceh adalah negeri yang sudah pernah maju. Orang baru  akan tahu manakala kembali membolak-balik buku sejarah Aceh yang sudah tidak banyak lagi. Dan kalau pun ada, buku-buku yang umumnya ditulis dalam bahasa bukan Indonesia itu tidak cukup rinci dan komplit menjelaskan duduk perkara soal kemajuan yang pernah dicapai Aceh pada masa lalu, terlebih lagi soal mindset atau mental-set Aceh.</p>
<p><span id="more-1038"></span></p>
<p>Padahal, mengapa Aceh sampai bisa maju pada zamannya menjadi hal yang penting untuk diungkap. Tapi, hal itu pula yang belum terungkap,  sampai kemudian blog ini berhasil menyusun patahan-patahan mental-set yang berserakan dari satu generasi ke generasi berikutnya yang kemudian penulis sebut sebagai Mindset Aceh atau Aceh Mindset.</p>
<p><strong>Mindset Aceh, Manuskrip yang Hilang</strong></p>
<p>Perang, adalah salah satu alasan yang paling rasional mengapa sampai Minset Aceh hilang dalam ruang kesadaran orang Aceh. Saking dasyat dan lamanya perang Aceh sehingga hampir tidak ada waktu jeda yang cukup bagi orang Aceh untuk kembali mengumpulkan manuskrip penting terkait zaman keemasan Aceh.</p>
<p>Namun, perang bukanlah satu-satunya alasan mengapa sampai Aceh masa lalu tidak sampai mewariskan manuskrip paling penting terkait mindset Aceh secara terbuka. Ragam konflik internal yang terjadi di berbagai lingkungan dalam dinamika sosial-politik Aceh juga menjadi satu sebab mengapa manuskrip mindset Aceh masih terus menjadi rahasia yang hanya diketahui dengan sangat terbatas.</p>
<p>Lebih lanjut, sebagaimana umum diketahui Aceh juga tidak punya kesempatan yang cukup untuk menata dirinya secara menyeluruh walau sudah terbebas dari zaman penjajahan. Aceh kembali terkepung dalam ragam konflik di zaman kemerdekaan dan pembangunan.</p>
<p>Akibatnya, bukan hanya Aceh tidak bisa membangun dengan cepat secepat pembangunan di daerah-daerah lain melainkan yang lebih penting Aceh tidak sempat mengungkap rahasia terbesar terkait Aceh mindset yakni mind “what a person thinks or feels; way o thinking, feeling, wishing; opinion, intention; purpose”.</p>
<p>Pertanyaannya, mengapa sampai mindset Aceh menjadi satu rahasia? Mungkin karena alasan perang dan konflik. Tapi, bisa jadi juga karena mindset Aceh menjadi satu hal yang amat penting maka ia tidak sembarang di wariskan, apalagi ditengah suasana medan perang dan konflik.</p>
<p>Bersambung&#8230;</p>
<p>Tulisan terkait sejarah kegemilangan Aceh bisa di baca di <a href="http://acehlong.com/2009/03/22/peradaban-aceh-sebuah-mata-rantai-mutiara-yang-hilang-dari-peradaban-dunia/" target="_blank">sini</a>, atau, bisa download tentang Iskandar Muda <a href="http://docs.google.com/gview?a=v&amp;q=cache:eO9B2upLyl4J:www.nad.go.id/images/stories/file/Pejuang/Sultan%2520Iskandar%2520Muda.pdf+cap+sikureueng&amp;hl=id&amp;gl=id&amp;pid=bl&amp;srcid=ADGEESjsYcoyA2xGb3sz8F47kuX8ZPoE8sUH9i5WCz_2Nptjr5KFpklsdBaNSMEoWIyGg0cKCooXkn0cUhvpqqNCZq1kJCcFF_Pj1y6a_l6wptV-b92CfgM86gmSw5QzN6TDjzMkwHCI&amp;sig=AFQjCNGWYOxQnu5jhRQvoR5F8vYOmk4Ucw" target="_blank">di sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismanku.com/filsafat/mindset-aceh-pengantar-awal-untuk-menguak-rahasia-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Putri Indonesia 2009: &#8220;I am Not Perfect Woman&#8221;</title>
		<link>http://rismanku.com/sosbud/putri-indonesia-2009-i-am-not-perfect-woman/</link>
		<comments>http://rismanku.com/sosbud/putri-indonesia-2009-i-am-not-perfect-woman/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 07:55:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[sosbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismanku.com/?p=1022</guid>
		<description><![CDATA[*Foto-Foto Qory dalam Sosok Muslimah
Qory Sandioriva kembali di tentang di tanah ibunya, Aceh. Kemarin, serombongan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi di Aceh menggelar demo di hadapan kantor gubernur Aceh. Mereka menolak Qory Sandioriva yang mengatasnamakan Aceh dalam ajang pemilihan Putri Indonesia 2009. Pasalnya, Qory S tidak tampil menurut ukuran-ukuran keacehan dalam berpenampilan. Pasal jilbab ini juga mengenai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>*Foto-Foto Qory dalam Sosok Muslimah</b></p>
<p>Qory Sandioriva kembali di tentang di tanah ibunya, Aceh. Kemarin, serombongan mahasiswa-mahasiswi perguru<img class="alignright size-full wp-image-1023" title="Qory S" src="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/10/7420_101744926510776_100000258079217_46628_5330826_n.jpg" mce_src="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/10/7420_101744926510776_100000258079217_46628_5330826_n.jpg" alt="Qory S" height="483" width="292">an tinggi di Aceh menggelar demo di hadapan kantor gubernur Aceh. Mereka menolak Qory Sandioriva yang mengatasnamakan Aceh dalam ajang pemilihan Putri Indonesia 2009. Pasalnya, Qory S tidak tampil menurut ukuran-ukuran keacehan dalam berpenampilan. Pasal jilbab ini juga mengenai pihak Pemda karena sinyalir ikut memberi izin bagi Qory S untuk tampil tanpa mengenakan jilbab.</p>
<p>I am not perfect woman</p>
<p>Meski ia sudah dikukuhkan sebagai Putri Indonesia 2009 namun Qory Sandioriva tidak bersedia menempatkan dirinya sebagai sosok perempuan sempurna. Padahal, terpilihnya ia sebagai Putri Indonesia tidak lepas dari hasil seleksi terkait banyak hal. Tidak hanya faktor kecantikan melainkan juga karena faktor intelektualitas.</p>
<p>Tapi, me<img class="alignleft size-full wp-image-1028" title="Qory S" src="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/10/n100000258079217_56582.jpg" mce_src="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/10/n100000258079217_56582.jpg" alt="Qory S" height="257" width="128">ngapa justru Qory S justru menyebut dirinya sebagai bukan perempuan yang sempurna? Bisa jadi karena kontroversi yang dituainya, yang terbukti belum usai hingga saat ini. Namun, bisa jadi pula karena ia memang sangat menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Manusia hanya berusaha dari waktu ke waktu menjadi sosok yang berguna bagi banyak orang.</p>
<p>Karena manjadi sangat wajar manakala ia berharap agar segala konroversi tentang dirinya untuk diakhiri saja dan secara pribadi ia pernah memohon kepada-Nya agar senantiasa diberi kekuatan untuk melewati tahapan terberat dalam hidupnya.<img class="alignright size-full wp-image-1029" title="qory-sandioriva-04" src="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/10/qory-sandioriva-042.jpg" mce_src="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/10/qory-sandioriva-042.jpg" alt="qory-sandioriva-04" height="201" width="128"></p>
<p>Akankah suara hati sang Putri Indonesia mampu meluluhkan hati mereka yang terluka oleh penampilannya? Qory tampaknya tak mau larut dalam kegamangan sehingga tidak bisa memetik sisi kebahagiaan dari apa yang sudah diraihnya hingga saat ini. Karena itu mungkin ia berpandangan kalau<span id="profile_status"> &#8220;Kebahagiaan, adalah dimana kita bersyukur kepada Allah AWT.. Atas segala yang di berikan nya kepada kita.&#8221;</span></p>
<p style=""><span><br /></span></p>
<p style="text-align: center;" mce_style="text-align: center;"><span><br />
</span></p>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Reblog this post [with Zemanta]" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/db813f2d-ce94-43a4-bb8c-720d26db776c/" mce_href="http://reblog.zemanta.com/zemified/db813f2d-ce94-43a4-bb8c-720d26db776c/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border: medium none ; float: right;" mce_style="border: medium none; float: right;" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=db813f2d-ce94-43a4-bb8c-720d26db776c" mce_src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=db813f2d-ce94-43a4-bb8c-720d26db776c" alt="Reblog this post [with Zemanta]"></a><span class="zem-script more-related pretty-attribution"><mce:script mce_src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="mce-text/javascript"></mce:script></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismanku.com/sosbud/putri-indonesia-2009-i-am-not-perfect-woman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berita Media: Terkait Pajak Nanggroe</title>
		<link>http://rismanku.com/uncategorized/berita-media-terkait-pajak-nanggroe/</link>
		<comments>http://rismanku.com/uncategorized/berita-media-terkait-pajak-nanggroe/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 07:05:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismanku.com/?p=1019</guid>
		<description><![CDATA[
GeMPAR Kritisi Statemen Wagub Aceh
Serambinews, 20/10
BANDA ACEH &#8211; Gerakan Masyarakat Partisipatif (GeMPAR) Aceh, Auzir Fahlevi SH, mengkritisi pernyataan Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar tentang pajak nanggroe. Ia minta Muhammad Nazar memberi perhatian yang sama pada para pejabat yang meminta fee pada rekanan sehingga mutu pembangunan bisa bagus. Kepada Serambi, Senin (19/10), ia menilai, pernyataan Wagub [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-1020 alignleft" title="Auzir Fahlevi" src="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/10/Auzir-Fahlevi.jpg" alt="Auzir Fahlevi" width="85" height="113" /></p>
<p><strong>GeMPAR Kritisi Statemen Wagub Aceh</strong></p>
<p>Serambinews, 20/10<br />
BANDA ACEH &#8211; Gerakan Masyarakat Partisipatif (GeMPAR) Aceh, Auzir Fahlevi SH, mengkritisi pernyataan Wakil Gubernur Aceh, <a class="zem_slink" title="Muhammad Nazar" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Nazar">Muhammad Nazar</a> tentang pajak nanggroe. Ia minta Muhammad Nazar memberi perhatian yang sama pada para pejabat yang meminta fee pada rekanan sehingga mutu pembangunan bisa bagus. Kepada Serambi, Senin (19/10), ia menilai, pernyataan Wagub terkait pajak nanggroe tidak realistis. Seharusnya pemberian fee mendapat sorotan yang sama sehingga tidak terkesan diabaikan. Seharusnya, Muhammad Nazar menyorot tentang pemberian fee untuk panitia lelang, dan pejabat di sejumlah yang sangat mengkhawatirkan, katanya.</p>
<p>Auzir menyarankan, dalam melihat persoalan pajak nanggroe dan pungli tidak hanya sebelah mata. Sebab, kutipan ini bukan faktor utama penghambat pembangunan dan perdamaian. Tetapi, faktor lain yang turut menghambat pembangunan adalah pemberian fee proyek yang harus disetor para rekanan dan kontraktor pemenang tander pada para pejabat di lingkungan SKPA.</p>
<p>Ia menilai, pemberian fee proyek pada para pejabat Aceh sangat merugikan proses pembangunan. Sebab, untuk menyetor pada pejabat, rekanan harus menyisihkan sebagian modal untuk mendapatkan proyek tertentu. “Otomatis hal ini berpengaruh pada kualitas proyek yang sedang dibangun sehingga mutu proyek rendah. Pemberian fee dimasukkan dalam modal kerja yang dilaksanakan oleh rekanan.” Logikanya ujar Auzir, mana ada rekanan yang mau rugi. Seharusnya soal fee proyek disorot oleh Wagub. Seharusnya, Wagub Muhammad Nazar harus melihat persoalan eksternal dan internal terutama yang terjadi di lingkungan pemerintahan. Informasi yang ia dapat banyak pejabat di level atas yang mengkomersilkan proyek <a class="zem_slink" title="APBA" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/APBA">APBA</a> di dalam dinas mereka kepada para rekanan. “Ini persoalan serius yang tidak boleh diabaikan karena bisa memperburuk citra pemerintahan Aceh dimata masyarakat,” katanya.</p>
<p>Semestinya ujar Auzir, Wagub dalam mengeluarkan pernyataan mengacu pada kondisi objektif sehingga pernyataannya tidak dianggap seperti maling teriak maling. Seperti diberitakan sebelumnya, Wagub Aceh, Muhammad Nazar mengeluarkan pernyataan tegas meminta agar pungutan liar (pungli), termasuk yang namanya pajak nanggroe harus diberantas. Pungli, kata Nazar, berpontensi mengganggu perdamaian bahkan bisa berdampak terhambatnya pembangunan Aceh.</p>
<p>Pernyataan itu disampaikan Wagub Aceh, Muhammad Nazar dalam pidatonya ketika bertindak sebagai pembina upacara pada HUT ke-48 Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Aceh di Lapangan Upacara Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu (17/10). Kegiatan itu dihadiri ribuan peserta dari kontigen Pramuka se-Aceh. Terkait praktik pungli, termasuk pajak nanggroe, Muhammad Nazar meminta TNI dan Polri tak segan-segan memberantasnya. “Itu adalah bentuk kriminalitas kelompok tertentu,” tandasnya. Nazar menambahkan, jika pungli masih terjadi maka sulit bagi Aceh yang masih dalam masa transisi untuk bisa berkembang.(swa)</p>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Reblog this post [with Zemanta]" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/834a2953-0d75-47bf-ab6b-d394ab5eb350/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border: medium none; float: right;" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=834a2953-0d75-47bf-ab6b-d394ab5eb350" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /></a><span class="zem-script more-related pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismanku.com/uncategorized/berita-media-terkait-pajak-nanggroe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waspada Gempa dengan Mozilla Firefox</title>
		<link>http://rismanku.com/umum/waspada-gempa-dengan-mozilla-firefox/</link>
		<comments>http://rismanku.com/umum/waspada-gempa-dengan-mozilla-firefox/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 04:17:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[mozila firefox]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismanku.com/?p=980</guid>
		<description><![CDATA[



Image via Wikipedia



Dunia ini, ternyata senantiasa di guncang gempa setiap saat. Hanya kuat dan lemahnya saja yang berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat yang lain. Sekarang, dengan kemudahan teknologi kita tidak hanya bisa segera mengetahui ada atau tidak sedang terjadi gempa tapi juga bisa diketahui lokasi gempa terjadi sekaligus kekuatan gempa.
Caranya cukup mudah. Bagi anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="zemanta-img" style="margin: 1em; display: block;">
<div>
<dl class="wp-caption alignright" style="width: 143px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Firefox-logo.svg"><img title="Mozilla Firefox" src="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/10/133px-Firefox-logo.svg.png" alt="Mozilla Firefox" width="133" height="127" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd zemanta-img-attribution" style="font-size: 0.8em;">Image via <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Firefox-logo.svg">Wikipedia</a></dd>
</dl>
</div>
</div>
<p>Dunia ini, ternyata senantiasa di guncang gempa setiap saat. Hanya kuat dan lemahnya saja yang berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat yang lain. Sekarang, dengan kemudahan teknologi kita tidak hanya bisa segera mengetahui ada atau tidak sedang terjadi gempa tapi juga bisa diketahui lokasi gempa terjadi sekaligus kekuatan gempa.</p>
<p>Caranya cukup mudah. Bagi anda pengguna browser <a class="zem_slink" title="Firefox" rel="homepage" href="http://www.mozilla.com/en-US/firefox/">mozilla firefox</a> cukup dengan mengunduh add ons  eQuake Alert 3.5.0.  Caranya cukup mudah, klik  tools, lalu add ons,  kemudian get add ons dan ketikan eQuake Alert di kolom pencarian. Tak lama akan muncul add ons yang dibutuhkan. Lalu install dan setelah itu lakukan restart firefox.  Selesai.</p>
<p>Untuk mengetahui dimana saja gempa sudah terjadi anda cukup dengan klik kanan di layar bawah sebelah kanan di recent quakes atau your quakes. Dan ada yang unik, setiap kali terjadi gempa maka layar firefoxe akan bergerak sebagai pertanda kalau sedang ada gempa di satu tempat.</p>
<h6 class="zemanta-related-title" style="font-size: 1em;">Related articles by Zemanta</h6>
<ul class="zemanta-article-ul">
<li class="zemanta-article-ul-li"><a href="http://www.slumpedoverkeyboarddead.com/2009/10/05/future-firefox-4-0-could-feature-app-tabs/">Future Firefox 4.0 Could Feature App Tabs</a> (slumpedoverkeyboarddead.com)</li>
</ul>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Reblog this post [with Zemanta]" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/f05dc98f-3502-445e-98f7-93edd1e5d98f/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border: medium none; float: right;" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=f05dc98f-3502-445e-98f7-93edd1e5d98f" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /></a><span class="zem-script more-related pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismanku.com/umum/waspada-gempa-dengan-mozilla-firefox/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aceh di Tangan Mantan Pejuang GAM?</title>
		<link>http://rismanku.com/polhukam/aceh-di-tangan-mantan-pejuang-gam/</link>
		<comments>http://rismanku.com/polhukam/aceh-di-tangan-mantan-pejuang-gam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 01:24:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[polhukam]]></category>
		<category><![CDATA[aceh baru]]></category>
		<category><![CDATA[GAM]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan_aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismanku.com/?p=956</guid>
		<description><![CDATA[
KESEPAKATAN damai antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dimediasi oleh Martti Ahtisaari melalui Crisis Management Initiative (CMI) 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia, telah membuka harapan perubahan bagi Aceh masa depan. Beberapa poin penting dalam MoU Helsinki mulai dijalankan. Di antaranya pilkadasung untuk memilih kepala pemerintahan Aceh pada tahun 2006 dan pemilu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-978 alignleft" title="hasan basri" src="http://rismanku.com/wp-content/uploads/2009/10/hasan-basri.jpg" alt="hasan basri" width="109" height="135" /></p>
<p>KESEPAKATAN damai antara Pemerintah RI dan <a class="zem_slink" title="Free Aceh Movement" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Free_Aceh_Movement">Gerakan Aceh Merdeka</a> (GAM) yang dimediasi oleh <a class="zem_slink" title="Martti Ahtisaari" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Martti_Ahtisaari">Martti Ahtisaari</a> melalui <a class="zem_slink" title="Crisis Management Initiative" rel="homepage" href="http://www.cmi.fi/">Crisis Management Initiative</a> (CMI) 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia, telah membuka harapan perubahan bagi Aceh masa depan. Beberapa poin penting dalam <a class="zem_slink" title="Memorandum of understanding" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Memorandum_of_understanding">MoU</a> Helsinki mulai dijalankan. Di antaranya pilkadasung untuk memilih kepala pemerintahan Aceh pada tahun 2006 dan pemilu legislatif dengan melibatkan partai lokal pada tahun 2009.</p>
<p>Para mantan kombatan GAM terlihat berpartisipasi penuh dalam dua moment pemilu lokal itu. Melalui bendera Partai Aceh (PA) mereka mengusung sejumlah jagoan untuk bertarung dalam kontes politik. Hasilnya, hampir seluruhnya tampil sebagai pemenang dalam pesta demokrasi Aceh. Sejumlah kabupaten/kota di Aceh telah berada di bawah kekuasaan mantan kombatan. Posisi gubernur Aceh juga telah berada di tangan mantan gerilyawan GAM. Jabatan-jabatan eksekutif itu sebagian besar dengan mudah mereka rebut. Suksesi kepala daerah rata-rata dimenangkan dalam satu putaran oleh kandidat yang mereka usung.</p>
<p>Kemenangan mantan kombatan kian sempurna, manakala hasil pemilu legislatif memperlihatkan perolehan suara PA yang sangat dominan. Bahkan, di semua kabupaten pesisir timur (Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Utara, Langsa dan Tamiang) kemenangan PA sangat menakjubkan. Puluhan partai politik lain, baik parnas maupun parlok, harus rela hanya menjadi ‘penonton’ menyaksikan keperkasaan PA dalam mendulang suara rakyat.</p>
<p>DPRK telah dipenuhi oleh para mantan kombatan. Fraksi PA juga sangat gemuk. Anggota legislatif dari partai lain yang rata-rata hanya memperoleh ‘kursi patah’ harus menggabungkan diri agar dapat membentuk satu fraksi bersama. Semua ini menjadi bukti betapa besarnya harapan perubahan yang diidamkan rakyat pada mantan gerilyawan yang dikenal gigih menyuarakan pengembalian harkat dan martabat bangsa Aceh.</p>
<p>Untuk level provinsi, dari 69 kursi DPRA yang tersedia sebanyak 33 kursi (48 persen) disabet oleh PA. Golkar yang sebelumnya berjaya harus rela melepaskan tongkat pimpinan DPRA untuk diambilalih oleh mantan tahanan politik. Dengan pelantikan anggota DPRA 30 September 2009 yang didominasi oleh wajah-wajah baru dari PA, maka sempurna sudah kekuasaan di tangan mantan kombatan yang selama puluhan tahun mengusung senjata demi cita-cita pengembalian supremasi Aceh.</p>
<p><strong>Menuju Aceh baru</strong><br />
Empat tahun pascapenandatanganan MoU Helsinki, mantan pejuang GAM telah menjadi nakhoda Aceh dengan mengambil-alih jabatan-jabatan eksekutif dan legislatif sekaligus. Fase Aceh baru dengan tongkat pimpinan di tangan mantan kombatan telah dimulai. Aceh baru ditandai perubahan paradigma GAM dalam memaknai perjuangan, dari perjuangan bersenjata menuju perjuangan politik berbasis demokrasi. Aktivis GAM yang sebelumnya tidak mendapat kesempatan mewarnai negeri ini kini telah memperoleh kesempatan emas itu.</p>
<p>Pemerintah RI tampak ikhlas menerima mereka menjadi pimpinan di negeri yang sangat berjaya di masa <a class="zem_slink" title="Iskandar Muda" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Iskandar_Muda">Sultan Iskandar Muda</a>. Ini menjadi indikator bahwasanya komunikasi politik antara mantan kombatan dengan pemerintah pusat telah terjalin dengan baik, dan seharusnya ditingkatkan demi percepatan kemajuan Aceh. Perbedaan penafsiran terhadap butir-butir MoU Helsinki perlu diluruskan sehingga memudahkan pewujudan cita-cita awal saat MoU itu ditandangani di depan khalayak internasional di Finlandia. UUPA yang telah ada tidak mesti dianggap batal, melainkan perlu disempurnakan agar mampu menjabarkan secara lurus naskah MoU Helsinki.</p>
<p>Bersatunya kekuasaan eksekutif dan legislatif di tangan mantan kombatan sejatinya semakin memperlebar kesempatan mengangkat harga diri rakyat Aceh di masa mendatang. Para mantan kombatan yang ketika bergerilya kerab menjanjikan masa depan lebih baik jika kekuasaan berada di tangan ‘orang Aceh’ dengan leluasa dapat membumikan semua cita-cita luhur itu. Rakyat Aceh menunggu kiprah mereka dalam mewujudkan janji-janji masa lampau, terutama janji di masa kampanye.</p>
<p><strong>Aceh baru = Aceh lama</strong><br />
Agaknya, Aceh baru yang dicita-citakan oleh mantan kombatan dan orang Aceh adalah reinkarnasi Aceh lama. Dikatakan reinkarnasi Aceh lama karena yang diimpikan oleh rakyat adalah terwujudnya Aceh yang mandiri, berwibawa, makmur, cerdas, dan dapat bergaul dengan semua bangsa (kosmopolit) sebagaimana keadaan Aceh lama di masa kesultanan tempo dulu.</p>
<p>Jika kita buka kembali lembaran naskah MoU Helsinki, sebenarnya sebagian besar cita-cita itu tertuang di sana. Sebagai bahan renungan bagi eksekutif dan anggota legislatif yang baru dilantik, berikut dikutip kembali beberapa poin MoU Helsinki yang menggambarkan pengembalian Aceh lama sebagai wujud Aceh baru. “Aceh memiliki hak untuk menggunakan simbol-simbol wilayah termasuk bendera, lambang, dan himne (butir 1.1.5.) “Aceh berhak melakukan perdagangan dan bisnis secara internal dan internasional serta menarik investasi dan wisatawan asing secara langsung ke Aceh” (butir 1.3.2). “Aceh melaksanakan pembangunan dan pengelolaan semua pelabuhan laut dan pelabuhan udara dalam wilayah Aceh” (butir 1.3.5).</p>
<p>“Aceh akan menikmati akses langsung dan tanpa hambatan ke negara-negara asing melalui laut dan udara (butir 1.3.7). “Persetujuan-persetujuan internasional yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia yang terkait dengan hal ihwal kepentingan khusus Aceh akan berlaku dengan konsultasi dan persetujuan legislatif Aceh (butir 1.1.2.b). Agaknya beberapa poin MoU Helsinki di atas belum terimplementasi, dan ini menjadi tantangan bagi mantan kombatan yang telah mendominasi kekuasaan. Kita yakin mereka mampu menjabarkan semua amanah MoU yang telah disepakati bersama Pemerintah Pusat. Kita juga yakin mereka mampu menjalin komunikasi yang baik dengan Pemerintah Pusat dan DPR-RI guna percepatan pemakmuran Aceh yang nyaris belum pernah merasakan nikmat sejak republik ini berdiri.</p>
<p>Kita tentu tidak berharap kesempatan emas yang sudah dalam genggaman itu berlalu sia-sia, apalagi kesempatan itu biasanya tidak datang dua kali. Sebaliknya, kita berharap semoga mereka akan bekerja keras dalam meniti jalan menuju pewujudan Aceh baru yang lebih baik dan hasilnya dapat dirasakan dalam periode lima tahun mendatang sehingga menumbuhkembangkan kepercayaan rakyat pada mereka. Semoga! ***</p>
<p>Penulis: Hasan Basri M Nur</p>
<p>Tulisan ini di muat di Harian <a href="http://www.serambinews.com/news/berharap-perubahan-pada-mantan-kombatan" target="_blank">Serambi Indonesia</a></p>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Reblog this post [with Zemanta]" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/07e0d70d-a8da-4ccd-b160-28a38861e3db/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border: medium none; float: right;" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=07e0d70d-a8da-4ccd-b160-28a38861e3db" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /></a><span class="zem-script more-related pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismanku.com/polhukam/aceh-di-tangan-mantan-pejuang-gam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
