| serambi cinta
Monday September 6th 2010

Who's Online

3 visitors online now
3 guests, 0 members

Powered by Visitor Maps

TAG

Buku Kulit Kayu

Catatan Wilda Anggraeni

menatap dengan hati

menatap dengan hati

Buku Kulit Kayu

Seperti burung onta yang menggali pasir dan menyembunyikan kepalanya ke dalam lubang, segundukan kecewa itu yang dicobanya hapus dari pandang. Konyol.

“Tak ada kesempurnaan d lintasan ini, tak ada kesempurnaan d lintasan ini & quo…t; gumam berulang seperti tasbih berderai.

(Membersihkan pasir di wajah dan menggores lagi beberapa kata di buku kulit kayu itu)

“Janganlah engkau melangkah dengan sombong di atas bumiKu”

Sang tampan lewat,
Sang pujaan umat melenggang,
Tak lama (siapapun itu) berjalan dengan gemerincing pundi yang sengaja dibunyi2kannya
(Seolah gaung terabai – “Janganlah engkau melangkah dengan sombong di atas bumiKu”)

(Dalam Alasan menyayangimu)

menghitung makna kaki bumi jiwa

menghitung makna kaki bumi jiwa

Kita memang pemain lakon
Saking keseringan jadi terbawa tidur dan rutin ia, mimpi buruk tak usai sebagai ujung perdebatan hati kecil.

Berat juga untuk apa adanya, pliiss kenyataan jangan datang, pliiis,.heheh,.
(karena kita hidup beramai bukan?,.beruntungnya b…erkelompok dengan yang baik :) )

Demikian, diamlah dulu bibirku, kenapa bahasa alam kini lebih artikulatif ya?
- Kenapa pernah memilih ngobrol dengan angin, gunung, pantai, tebing, bahkan cadas – apa,.. mereka lebih jujur?,.

Salam ntuk pribadi-pribadi mulia, yang tertawa, berucap, bersedih, bahagia, bahkan memeluk, dengan jujur :)

Leave a Reply



"UA-11070594-1"